Ikan Koi

Pertemuan Mengesankan Jual Ikan Koi

Pertemuan Mengesankan Jual Ikan Koi

Pertemuan Mengesankan Jual Ikan Koi

Pertemuan itu digagas oleh para pen Jual Ikan Koi untuk mengumpulkan anggotanya sehingga aka nada banyak yang bisa dibahas nantinya ketika tidak ada lagi sebuah pertemuan yang nantinya tidak akan bisa terjadi ketika sudah saatnya semunya berjalan dengan lancar karena keingginan dari semuanya adalah terjadinya saling menguntungkan diantara masyarakat satu dengan yang lainnya. Selain itu, Presiden Jokowi juga mengaku mendapat pujian dari mantan Presiden RI ke – Megawati Soekarnoputri. “Saat bertemu, Bu Mega juga berkata motif sarungnya bagus. Selain melempar candaan, dalam pidatonya Presiden Jokowi juga menyebut NU memiliki peran besar Jual Ikan Koi bagi negara. Sejarah mencatat para pendahulu NU telah memberikan kontribusi pikiran untuk kemajuan di segala bidang. “NU menjaga Indonesia dari segala bentuk ancaman. NU senantiasa menjadi garda terdepan menjaga NKRI,” kata Presiden Jokowi.

Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, sejumlah Menteri Kabinet Kerja Jokowi – JK, mantan ibu negara Sinta Nuriyah Wahid, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Ketum DPP Golkar Jual Ikan Koi Muktamar ke – 33 Nahdlatul Ulama (NU) digelar 1 – 5 Agustus 2015 di Kabupaten Jombang. Muktamar kali ini mengusung tema Islam Nusantara. Namun demikian Islam Nusantara bukanlah aliran Islam baru. Pernyataan ini ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj. Dia menegaskan Islam Nusantara yang dijadikan tema utama Muktamar bukan aliran baru. “Meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Islam di Indonesia dan dunia, ini bukan aliran baru,” kata Kiai Said dalam pidatonya, Sabtu (1/8) malam.

Masih kata Kiai Said, Islam Nusantara merupakan ciri khas Islam Indonesia. Islam yang bisa melebur dengan kultur budaya Indonesia yang beragam. Islam yang merupakan warisan dari Wali Songo yang belum tentu Jual Ikan Koi dirasakan umat Islam di belahan dunia lain. Dalam kesempatan itu, Kiai Said juga mengajak kaum Nahdliyin mendasarkan kelestarian Islam Nusantara pada empat hal. Pertama, semangat keagamaan, religius. “Bukan berarti melegalformalkan agama, tapi penekanan pada akhlakul karimah, tidak ada artinya agama tanpa akhlak,” jelas Kiai kelahiran Cirebon ini. Kedua, ruh jamiyyah, semangat nasionalisme. Sebagaimana pesan pendiri NU KH Hasyim Asyari, bahwa antara Islam dan nasionalisme jangan dipertentangkan tapi saling melengkapi. Sehingga Islam jadi kuat di nusantara karena ada semangat kebangsaam yang diisi dengan nilai-nilai Islam.

Ketiga, ruh taaddudiyah, semangat kebinekaan, dan keempat, semangat kemanusiaan. Itu pandangan visioner dari KH Hasyim Asyari. Jual Ikan Koi Kedepan NU harus terus-menerus perkuat ajaran Ahlussunnah Waljamaah, diperkuat dengan dasar keulamaan. “Mari kita selenggarakan muktamar dengan santun, mari kita tunjukkan muktamar yang akhakul karimah. Selamat bermuktamar, selamat berakhlakul karimah. Terimakasih kepada Bapak Presiden yang berkenan menghadiri.