Masjid

Pulang dari Kubah Masjid Galvalum di Samarinda Kalimantan Timur

Pulang dari Kubah Masjid Galvalum di Samarinda Kalimantan Timur

Pulang dari Kubah Masjid Galvalum di Samarinda Kalimantan Timur

Sepakbola oh sepakbola. Permainan yang mengandalkan kemahiran kaki dalam memainkan si kulit bundar ini sangat digemari oleh para penduduk di Indonesia. Pertandingan sepakbola selalu dinanti nanti oleh para penggemar setianya. Walaupun dimulai pada malam haripun orang orang masih tetap menunggu dan rela begadang untuk menontonnya.
Nur Iskandar sempat menyebutkan bila dia mesti miliki peluang lihat Persisam Samarinda sekali saat, karna lihat permainan M Robbi serta kawan kawan yang memukau dia simak dari televise benar-benar sangat menginginkan dia lihat dalam gelapnya di stadioan saat malam hari ataupun sore hari. Nampaknya semakin lebih seru lihat dari dalam stadion daripada dari depan televise.
Mengingat Nur Iskandar sendiri sempat bercita cita jadi pemain sepakbola saat kecilnya. Karna dia menceritakan saat kecilnya saat masih tetap berumur 3 th. hanya satu yang menginginkan dia beli yaitu bola. Dengan bola dia selalu bermain sendirian mengasah kekuatannya bermain sepakbola. Hingga hingga Nur Iskandar kecil tidak ingin sekolah cuma karna tidak di belikan bola untuk bermain. Bola it uterus dia mainkan dimuka Kubah Masjid Galvalum dekat tempat tinggalnya. Karna berikut dia selalu bermain saat ayahnya telah membelikan bola pada nya untuk dimainkan. Dia begitu suka sekali coba menendang, menggiring bola walau itu dia kerjakan cuma sendirian saja. Karna dia tidak ingin sekolah hingga sukai mainan bola dirumah saja tidak ada rekannya.
Di tempat Kubah Masjid Galvalum tersebut masa lalu Nur Iskandar kecil memain main kan bola. Yang sekarang ini pelataran Kubah Masjid Galvalum dekat tempat tinggalnya itu telah jadi bangunan kelas untuk anak anak desa sekitaran memperoleh pendidikan yang layak. Nur Iskandar muda juga jadi satu diantara guru pada sekolah itu yayasan pendidikan yang dibangun oleh Om nya sendiri. Hingga saat Nur Iskandar memain main kan bola dengan anak anak kecil saat jam istirahat buat teringat masa kecilnya di mana dia seringkali tidak masuk sekolah cuma karna menginginkan bermain bola. Walau sebenarnya bermainnya itu dia sendirian tanpa ada ditemani siapa saja namun dia sangatlah suka sekali oleh karena itu mungkin saja yang buat Nur Iskandar muda mempunyai hasrat kuat untuk pergi ke kota melihat pertandiangan Persisam Samarinda suatau hari kelak hasrat ini sangatlah besar sekali lihat dia sempat ke Kubah Masjid Galvalum untuk lihat jadwal yang terpampang nanti.
Karna mungkin saja berikut satu langkah yang paling baik untuk dianya dia berusaha untuk jual semuanya barang yang dia punyai untuk dapat membawa dianya melihat kompetisi dari dalam stadion. Saat pagi Nur Iskandar muda bekerja seperti umum, berikan makan hewan ternaknya yakni ayam ayam kecil. Dia memanglah sukai mengopeni hewan, seperti ayam nya saja telah nyaris 50 ekor ayam dia punyai, dia begitu suka memanglah mempunyai ayam dirumah. Maka dari itu sebelumnya pergi ke Kubah Masjid Galvalum untuk mengajar anak anak, Nur Iskandar tentu lebih dahulu bermain dengan hewan peliaharaannya seperti berikan makan, bersihkan kandangnya serta beda sebagainya. Tersebut kehidupan Nur Iskandar pemuda yang tuturnya hidup di Samarinda Kalimantan Timur.