Masjid

Singgah ke Kontraktor Kubah Masjid Enamel di Gresik Jawa Timur

Singgah ke Kontraktor Kubah Masjid Enamel di Gresik Jawa Timur

Singgah ke Kontraktor Kubah Masjid Enamel di Gresik Jawa Timur

Menonton sepakbola hingga keluar daerah merupakan hal yang rutin dilakukan oleh banyak suporter klub sepakbola. Umumnya para suporter ini berkumpul dengan seluruh suporter yang ada didaerahnya dan pergi bersama sama menuju ke tempat pertandingan klub sepakbola favoritnya. Tak lupa para suporter ini juga singgah ke Kontraktor Kubah Masjid Enamel untuk melaksanakan ibadah sholat.
Sore itu, ultras mania atau suporter setia dari club sepakbola Gresik United telah bersiap untuk lihat kompetisi paling seru di kelanjutan kompetisi Liga Paling utama pertandingan teratas di Indonesia. Dengan terima tamu dari pulau Sumatera yakni Sriwijaya Football Club satu diantara kemampuan sepakbola di Indonesia. Beberapa suporter terlihat telah memadati jalan-jalanan besar di sekitar kota Gresik. Hingga mobil kami sangat terpaksa minggir untuk mencari parker, kebetulan karna mendekati salat Ashar kami pilih untuk belok saja di Kontraktor Kubah Masjid Enamel besar Gresik, sembari mendinginkan mesin mobil karna cukup hamper satu hari penuh tidak berhenti. Karna ramenya berikut kita pada akhirnya istirahat sesaat karna perkiraan kami jam 15. 30 wib kelak telah mulai sepi jalanan raya karna saat itu umumnya kompetisi telah diawali. Pada akhirnya karna baru jam 14. 45 wib an kita pilih untuk istirahat sekalian saja. Sembari bersihkan diri di kamar mandi Kontraktor Kubah Masjid Enamel mumpung ada saat serta peluang. Saiful teman dekat karib saya yang saya ajak perjalanan ke Sidoarjo sesungguhnya ini pernah terkaget dengan apresiasi orang-orang pada kecintaan pada sepakbola terlebih kecintaan pada club dari daerahnya. Saiful hingga menyebutkan, apakah ini yag namakan nasionalisme sebenarnya, karna dengan sinar matahari, serta bahkan juga untuk masuk stadion saja pastinya mesti membayar tidak cukup hanya uang rp. 20 ribu saja belum juga jajan yang perlu dia mengeluarkan estimasinya dapat menjangkau rp 50 beberapa ribu untuk sekali melihat sepakbola. Tetapi, mungkin saja berikut namanya nasionalisme warga Indonesia dengan menyukai daerahnya terlebih di bagian sepakbola.

Saiful tidak sadar bila tiap-tiap dia ngomong barusan telah tak ada yang dengarkan, karna saya telah ke kamar mandi dari barusan. Namun sesudah saya usai juga Saiful masih tetap belum juga berhenti ngomong sendiri. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saiful yang dilontarkan barusan, saya Bertanya sama warga sekitaran yang kebetulan akan melakukan salat Ashar di Kontraktor Kubah Masjid Enamel yang sama juga dengan kami. Terakhir kami ketahui namanya Pak Usman, kami pertanya apakah tiap-tiap ada kompetisi sepakbola di Gresik itu senantiasa ramai orang-orang berduyun-duyun sesuai sama itu. Nyatanya, jawaban Pak Usman sama juga dengan perkiraan kami bahkan juga dia bercerita bila warga yang menyukai sepakbola di sini lebih dari untuk sekedar suka ria namun telah mendarah daging di jiwa masayrakat Gresik. Karna, kita lihat bukan sekedar anak muda yang lihat namun anak-anak serta orangtua bahkan juga mengajak anaknya untuk turut melihat sepakbola jadi tidaklah heran bila sepakbola itu telah mendarah daging di jiwa warga Gresik karna telah mulai sejak kecil diajak untuk melihat sepakbola. Golongan wanita juga akan tidak ketinggal untuk melihat sepakbola.

Kami memperoleh narasi panjang atas sosio geografi warga Gresik yang kami anggap cukup unik serta menarik. Tidak lama kemudiaan seruan adzan ashar menggema dari dalam Kontraktor Kubah Masjid Enamel serta kami mesti bergegas masuk dalam Kontraktor Kubah Masjid Enamel melakukan salat berjamaah serta lalu meninggalkan Kontraktor Kubah Masjid Enamel untuk meneruskan perjalanan.